Postingan

Dimensi Ruang dan Waktu

Ke luar dari zona nyaman itu memang sulit ya dalam hidup. Di mulai dari pergi ke suatu tempat baru, persiapan dan proses kepergian itu kita selalu bertanya-tanya dan berpikir seperti apa tempat yang bakal kita kunjungi. Kesulitan-kesulitan apa sih yang bakal kita hadapi ketika kita pergi, baik itu kita akan tinggal atau hanya kunjungan sementara. Prasangka emang udah jadi naluri manusia ya, layaknya tiap orang punya “bias” masing-masing. Setelah sampai di tempat yang kita tuju, kadang bisa aja tiba-tiba sakit kepala atau terkena demam hahaha. Ini bagian ter absurd dari sebuah perjalanan sih karena setelah perjalanan yang lumayan memakan waktu dan tenaga biasanya kan badan harus menyesuaikan. Makannya di tiap-tiap pergi selalu ada persyaratan, “bawa obat-obatan pribadi”. Buat aku sendiri yang suka sering sakit kepala dan demam tiba-tiba kayaknya ini bagian krusial. Untuk kalian yang merasa tidak mau tergantung dengan obat, mungkin Tolak Angin adalah pilihan yang paling sederhana ya...

Cara Mendaftar Germanistische Sommeruni Südostasien

Gambar
Disclaimer : tulisan ini hanya diperuntukkan untuk mahasiswa yang belajar Pendidikan Bahasa Jerman maupun Sastra Jerman. Bisa jadi kalian juga bagikan tulisan ini untuk teman kalian yang mengambil jurusan tersebut. Semoga bermanfaat. Minggu, 7 Juli 2019. Hari ini persis banget aku menyelesaikan program ini, dan untuk yang belum tahu program ini itu apa, aku bakal jelasin secara singkat terlebih dahulu. Program Germanistische Sommeruni Südostasien adalah sebuah acara dari DAAD yang diadakan setiap dua tahun sekali. Tema tiap tahun itu berbeda-beda, dan yang jelas kita bakal memilih workshop apa yang akan kita ikuti. Acara ini diikuti oleh mahasiswa S1 maupun S2 di seluruh kawasan Asia Tenggara. Manfaat dari program ini menurutku banyak banget sih, yaitu udah pasti membuat kamu lebih percaya diri untuk berbahasa Jerman kemudian bisa tambah relasi/ pertemanan dan yang paling penting adalah melihat gambaran orang-orang di Asia Tenggara, bagaimana mereka bisa belajar bahasa Jerman dan...

Indonesian Fun Bites

Gambar
Have you ever thought of dating someone whose nationality different with yours? Well, I personally have. Of course everything has its own rules. Let me tell you first about dating rules   in Indonesia, just in case if someday you’ll be considering of having a relationship with Indonesian. If you want to start a relationship, you must make a confession that you love that person and you want him/her to be your partner (girl/boyfriend). If that person loves you back and your confession is accepted, vice versa. That means, you can not claim someone is your partner without an agreement in both sides. Wait, that’s just the beginning of many things ahead. Since you probably know that Indonesia is a Muslim majority country, so most of us are Muslim. If your next question is, but dating is Haram in Islam. Guys, there are many types of people in this whole world so just open your eyes. Alright next step is dating, I think this term makes a huge difference. Most of Indonesians do n...

The least that we can do

Gambar
Apakah kalian tahu siapa Greta Thunberg? Mungkin alangkah baiknya untuk melihat videonya di sini . Setelah menonton video tersebut, apa yang kalian rasakan? Apakah sudah merasa bertanggung jawab bahwa kita sebagai manusia mempunyai kewajiban untuk berbuat sesuatu atau " take action " dalam upaya mengurangi dampak dari climate crisis ? Sudah sekitar setengah tahun aku akhirnya sadar bahwa pastinya ada sesuatu yang bisa kulakukan, yaitu diet plastik/ mengurangi penggunaan plastik. Diet plastik mungkin memang terdengar sangat biasa dan nyatanya gerakan ini sudah digembor-gemborkan namun tetap saja fakta yang terlihat di lapangan orang-orang masih tetap menggunakan plastik ketika mereka berbelanja misalnya. Kita sudah terlalu sering dan melihat berita tentang sampah plastik yang mencemari lingkungan, bahkan sampai ke lautan. Sudah membagikan berita tersebut ke media sosial juga, namun apa langkah selanjutnya? Apakah cukup berhenti sampai pada tombol "bagikan"? Tentu s...

Tentang Ujian ZiDS (ZiDS Prüfung)

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman mengikuti ujian ZiDS.  Ujian ZiDS ini wajib untuk mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman (seluruh Indonesia) semester 4 karena menjadi syarat yudisium, jadi kalo kalian belum lulus ujian ini, maka kalian belum boleh wisuda. ZiDS kepanjangan dari Zertifikat für Indonesische Deutsch-Studenten. Kalau di UNY, ZiDS menjadi suatu mata kuliah yang harus diambil di semester 4 dan ujian akhirnya ya ujian ZiDS. Levelnya itu setara dengan B1. Ujian ini terbagi menjadi dua, yaitu tertulis ( schriftlich ) dan lisan ( mündlich ). Kali ini kita mulai membahas dari sistem ujian. Dari tahun ke tahun emang sama sih peraturannya, pertama kalian harus ujian tulis terus kalo udah lulus baru maju ke tahap ujian lisan. Apabila ujian lisan kalian kurang dari nilai yang ditentukan untuk lulus, maka kalian harus berjuang lagi tahun depan untuk mengikutinya. Bukan hanya sekedar mengikuti ujiannya tetapi juga mata kuliahnya. Ya ibaratnya untuk persiapan. Ujian...

Bikin Paspor Baru (Yogyakarta)

Hallo semua, di postingan kali ini aku bakal jelasin ke kalian yang masih bingung caranya bikin paspor baru. Ini khusus bagi yang belum pernah punya paspor sama sekali ya . Hal yang paling penting kalian harus lakuin sebelum ke kantor imigrasi adalah siapin berkas-berkasnya (btw ini pas tahun 2017, untuk tahun selanjutnya kamu bisa tanya orang yang baru buat paspor atau bisa cek di website kantor imigrasi). Asalku dari Tegal, tapi kuliah di Jogja jadi aku putusin bikin paspor di Jogja aja biar ga ribet. Buat kalian yang bukan asli Jogja, asalkan kalian WNI, kalian boleh milih bikin paspor dimana aja kok. Berkas yang harus dibawa, yaitu: 1.       Akta kelahiran (fotokopi dan asli) 2.       KTP (fotokopi dan asli) 3.       KTM (fotokopi dan asli) dan surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus (bagi yang berstatus mahasiswa) 4.       Kartu Keluarga (fotokopi dan asli) 5. ...

Hari Bahasa Ibu Internasional

Hari bahasa ibu internasional diperingati kemarin, yaitu tanggal 21 Februari. Aku pikir bahasa ibuku bahasa Indonesia, tapi ternyata ada banyak sekali hal yang bahkan aku tidak tahu dalam aturan penggunaan bahasa ini. Setelah kutelusuri, aku merasa bahasa ibuku itu bahasa daerah. Ya, bahasa Jawa dengan aksen "ngapak". Ngapak sendiri memiliki dialek yang berbeda, tergantung dari daerah masing-masing. Tiap daerah memiliki karakteristik dialek yang beragam. Herannya (sebenernya gak terlalu heran sih karena memang sudah terbiasa juga dengan hal ini wkwk) banyak sekali orang-orang yang suka tertawa ketika mendengar orang berbicara bahasa Jawa dengan aksen ngapak. Padahal ngapak bisa menular. Coba deh kalau kamu berteman dengan orang-orang yang ngapak, maka kamu juga akan menyesuaikan diri untuk berkomunikasi bersama mereka dan akhirnya kamu juga bisa ikutan ngapak. Di tulisan ini aku akan menulis dalam bahasa ibuku, atau bahasa pertamaku. Dari 1 sampai 100%, seberapa persen kamu b...